|
Ditulis oleh Amak Murdi
|
|
Friday, 23 May 2008 |
Setelah sempat menceritakan pengalaman dalam pendakian gunung Rinjani 3726 mdpl, berikut ini penulis mencoba menjelaskan detail jalur pendakian gunung Rinjani. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Sang Pemimpin
|
|
Wednesday, 21 May 2008 |
|
Salam lestari, Seiring perkembangan jaman, sekarang siswa - siswi yang tergabung dalam kelompok pecinta alam tidak bisa dengan mudah mendapat ijin dari para orang tua untuk mendaki gunung. Terutama gunung yang ada di Lombok adalah gunung Rinjani. Sebuah gunung dengan ketinggian tertinggi kedua di Indonesia dan dilengkapi dengan salah satu medan pendakian tersulit di Indonesia. Namun demikian seharusnya kita bisa lebih kreatif dalam mengantisipasi hal ini. Sebenarnya kalau untuk sekedar menyalurkan hobby yang terpendam kita bisa menyalurkannya dengan mendaki gunung - gunung yang tidak terlalu tinggi. Sehingga waktu pendakian bisa diselesaikan dalam 1 hari.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Sang Ketua Sejati yang tak pernah mati
|
|
Monday, 19 May 2008 |
|
Kisah perjalanan singkat menikmati keindahan alam Gede - Pangrango ini sebenarnya adalah salah satu pengalaman saya mendaki gunung yang paling menarik. Selain memang pengalaman pendakian saya sangat sedikit hehehehe… |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Ditulis oleh Sang Ketua Sejati Yang Tak Pernah Mati
|
|
Friday, 16 May 2008 |
Sampai saat ini, masih banyak fakta menunjukkan bahwa mengelola kegiatan PALASMA bukanlah hal yang mudah dilakukan. Mungkin banyak orang akan menolak anggapan ini. Alasannya, toh masih ada juga kegiatan PALASMA diselenggarakan. Lagi pula, anggota masih antusias mengikutinya.
Namun, ada hal yang perlu dicatat: kegiatan yang dilakukan memang banyak, tapi makin banyak pula kebutuhan yang belum terjawab, serta banyak masalah yang belum terselesaikan. Sehingga, besar kemungkinan terjadi: banyak kegiatan dilakukan, banyak dana dihabiskan (dihamburkan?), namun sekedar supaya kegiatan terlaksana, dan bukan memenuhi kebutuhan atau memecahkan masalah. |
|
Baca lanjutannya..( hanya untuk yg terdaftar )
|
|
|
Ditulis oleh Sang Ketua Sejati Seumur Hidup
|
|
Friday, 16 May 2008 |
|
Secara fisiologi penyelaman, manusia tidak diciptakan untuk beradaptasi dengan lingkungan bawah perairan baik perairan tawar maupun laut, tetapi manusia dapat menciptakan suatu alat untuk beradptasi dengan lingkungan perairan. Alat tersebut dinamakan SCUBA ( Self Contained Underwater Breathing Apparatus). Peralatan Scuba merupakan peralatan penyelaman yang disempurnakan oleh Yves Couteau dan Emile Gagnan pada tahun 1943, dan sampai sekarang masih dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan baik berupa tingkat keselamatan dan berbagai asesoris pendukung lainnya. Penyelaman Scuba pada tingkat paling aman dapat dilakukan pada kedalaman 5 - 40 meter, dengan kecepatan arus maksimal 1 knots. Dalam keadaan normal penyelaman scuba dapat dilakukan pada kedalaman 10 meter selama tidak terbatas, sedangkan maksimalnya dilakukan pada kedalaman 40 meter selama 10 menit. Peralatan Scuba digunakan untuk tugas penyelaman di air dangkal yang memerlukan mobilitas tinggi, sehingga dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif cepat dan singkat. Penyelama Scuba sering dilakukan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan dan penelitian-penelitian bawah air, pencarian benda-benda, perbaikan atau perawatan ringan pada kapal, mengembangkan hobi dan rekreasi. Sebagian ahli penyelaman mengatakan bahwa penyelaman Scuba merupakan salah satu aktivitas atau olah raga yang beresiko tinggi baik bagi kesehatan maupun bagi keselamatan pribadi pelakunya. Tentunya bila kegiatan tersebut tidak dilakukan melalui prosedur yang benar. Karena itu pendidikan dan pelatihan penyelaman Scuba harus dikelola sebagai suatu kegiatan belajar-mengajar dengansistim yang jelas dengan program-programnya, terukur dan terorganisir pelaksanaannya. Dengan demikian akan dimungkinkan diadakannya monitoring, evaluasi guna mencapai hasil yang optimal. |
|
Baca lanjutannya..( hanya untuk yg terdaftar )
|
|
|
Ditulis oleh Sang Ketua Sejati
|
|
Thursday, 15 May 2008 |
|
Medan pada gua horisontal sangat bervariasi, mulai pada lorong-lorong yang dapat dengan mudah di telusuri, sampai lorong yang membutuhkan teknik khusus untuk dapat melewatinya. |
|
Baca lanjutannya..( hanya untuk yg terdaftar )
|
|
|
Ditulis oleh Ketua Sejati
|
|
Thursday, 15 May 2008 |
|
Mendaki gunung adalah suatu olah raga keras, penuh petualangan dan membutuhkan keterampilan, kecerdasan, kekuatan serta daya juang yang tinggi. Bahaya dan tantangan merupakan daya tarik dari kegiatan ini. Pada hakekatnya bahaya dan tantangan tersebut adalah untuk menguji kemampuan diri dan untuk bisa menyatu dengan alam. Keberhasilan suatu pendakian yang sukar, berarti keunggulan terhadap rasa takut dan kemenangan terhadap perjuangan melawan diri sendiri. |
|
Baca lanjutannya..( hanya untuk yg terdaftar )
|
|
|
Ditulis oleh Ketua XVI
|
|
Thursday, 15 May 2008 |
|
Teknik Memanjat |
|
Baca lanjutannya..( hanya untuk yg terdaftar )
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 13 dari 36 |